Kisah Sukses

Tukang Sepatu Jadi Pengusaha Mebel
Cabang Abepura

Pengusaha Mebel

Update per September 2017
Tidak lebih dari 2 tahun yang lalu, Rukani hanyalah seorang penjual sepatu dan tas keliling yang dengan rajin keliling dari satu rumah ke rumah lain. Panas terik matahari tidaklah dihiraukan demi menghidupi istri serta kedua anaknya. Rukani juga sempat mencoba usaha di bidang sembako yang dijalani bersama istrinya di sebuah pasar di Abepura, Jayapura. Namun usaha tersebut tidak berjalan mulus, hingga pada akhirnya Rukani diajak oleh temannya untuk membuka usaha mebel.

Potensi usaha mebel di daerah Abepura kian menjanjikan dan pemahaman akan usaha mebel yang sedikit demi sedikit meningkat, membuat Rukani yakin dan mempunyai tekad untuk bisa membuka usaha mebel sendiri. Pada tahun 2010, Rukani membuka usaha mebel yang diberi nama Adikarya Mebel. Banyaknya permintaan akan mebel, menuntut Rukani untuk memperbesar tempat usahanya. Hal ini terkendala dengan minimnya modal yang dimiliki.

Setelah mencari informasi tentang pinjaman modal yang mudah, cepat dan aman, Rukani akhirnya memilih pinjaman dari Sahabat UKM yang digunakan untuk membeli ruko. Berkat pinjaman modal dari Sahabat UKM, usaha Rukani semakin berkembang dan banyak dikenal. Sekarang, omzet Usahanya meningkat seiring dengan diperluas jaringannya ke kota Jayapura dan sekitarnya hingga daerah Arso, Oksibil dan Wamena.

Dari Usaha Bengkel ke Kelapa Sawit hingga………..
Cabang Kota Tengah

Update per Agustus 2017

Foto Barita

Lelah merantau di Ibu Kota dan merasakan kerasnya hidup menjadi seorang supir bus kota di Jakarta membuat Barita Sitanggang memutuskan untuk kembali ke Tambusai. Tambusai adalah sebuah kota kecil yang terletak di Kota Tengah , Gorontalo. Memiliki tanah warisan dari kedua orang tuanya seluas 12 hektar membuat Barita memiliki tekad untuk memanfaatkan lahan tersebut menjadi ladang penghasilan untuk menghidupi keluarganya.  Usaha perbengkelan dipilih Barita untuk mengimplementasikan  keahliannya dibidang otomotif.

Tidak puas dengan usaha bengkel, membuat Barita memiliki keinginan untuk melanjutkan kembali usaha yang pernah dirintis oleh kedua orang tua yaitu usaha perkebunan sawit. Namun niat Barita harus tertahan karena kurangnya dana untuk membuka usaha perkebunan sawit.

Pada Februari 2016 Barita bergabung menjadi salah satu nasabah Sahabat UKM, membuat Barita mudah mendapatkan pinjaman modal untuk mewujudkan keinginannya meneruskan usaha perkebunan sawit yang pernah dirintis  kedua orang tuanya. Modal usaha dari Sahabat UKM digunakan untuk pembelian bibit perkebunan sawit dan untuk mengembangkan usaha bengkelnya. Barita merasa bersyukur karena dapat meningkatkan omzet usahanya hingga mencapai ratusan juta rupiah dan memiliki 3 karyawan tetap yang membantunya untuk mengelola perkebunan sawit. Selain itu, keuntungan dari usaha bengkel dan perkebunan sawit ini membuat Barita memiliki  2 unit ruko yang kini dimanfaatkan untuk membuka usaha terbarunya yaitu usaha ice cream dan perternakan walet.


Perias Cantik asal Pontianak
Cabang Samarinda

Update per Agustus 2017

Foto Sri Astuti

Usaha salon kecantikan dan  tata rias pengantin adalah salah satu  usaha yang bisa dikatakan sebagai usaha yang cukup potensial dan  tidak akan pernah mati.  Setiap wanita di muka bumi ini selalu ingin  tampil cantik dan  menarik , dari sinilah Sri Astuti melihat peluang usaha yang kini dia jalani.

Setelah lulus dari sekolah kecantikan, Sri Astuti mengembangkan keahliannya dengan membuka usaha salon dan tata rias  pengantin . Sri Astuti memulai usahanya sejak tahun 2003, namun perjuangan Sri tidaklah mudah. Banyak rintangan yang harus dia hadapi, salah satunya adalah kesulitan dalam pendanaan untuk membeli peralatan dan perlengkapan salon.

Pada tahun 2015 sebuah jalan pencerahan terbuka untuk Sri Astuti. Dia bergabung sebagai salah satu nasabah Sahabat UKM yang  memudahkan Sri Astuti untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Pinjaman tersebut digunakan untuk pembelian pakaian pengantin,pelaminan dan perlengkapan salon. Usaha yang pada awalnya hanya berfokus pada salon kecantikan dan tata rias pengantin, namun kini telah berkembang dengan adanya persewaan baju pengantin dan pelaminan. Omzet usaha Sri Astuti terus meningkat hingga puluhan juta rupiah. Menurutnya, dengan pinjaman modal usaha dari Sahabat UKM membuat  usahanya menjadi besar dengan mudah untuk memenuhi permintaan para pelanggan.


SULISTIYONO,Limbah Pengolahan Plastik
Cabang Harapan Indah

Update per Juni 2017

LIMBAH-PENGOLAHAN-PLASTIK

Sampah-sampah plastik jangan dianggap remeh, sampah plastik yang biasanya kita lihat di tempat sampah jika diolah bisa dijadikan sebagai lahan bisnis yang mendatangkan keuntungan. Dewasa ini permintaan olahan dari sampah plastik banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan. Hingga akhirnya pengolahan limbah sampah plastik ini menjadi pilihan Sulistiyono sebagai lahan bisnisnya.

Bapak Sulistiyono sudah melakoni bisnis ini sejak tahun 2005 lalu. Menurut Suami dari Ibu Maryatun ini, bisnis pengolahan sampah plastik merupakan salah satu bisnis dengan prospek yang sangat menjanjikan. Selain itu, persaingan bisnis ini tidak ketat sehingga memungkinkan Sulistiyono dapat mengembangkan bisnisnya secara pesat. Rizky Jaya adalah nama tempat pengolahan plastik milik Bapak Sulistiyono ini.

Dengan menggunakan pinjaman modal dari Sahabat-UKM, Sulistiyono dapat terus meningkatkan omzet usahanya. Sulistiyono mengungkapkan kepuasannya setelah bermitra dengan Sahabat-UKM yang dapat mempengaruhi peningkatan penjualannya. Demikian cerita singkat tentang kisah sukses Sulistiyono pengusaha limbah plastik yang sudah memiliki 12 orang karyawan dan labanya sudah mencapai milyaran rupiah per tahun.


Ibu Sunarti, Pemilik Warung Sembako & Warung Makan
Cabang Abepura

Update per April 2017

 

Ibu Sunarti mulai merintis usaha SEMBAKO dan WARUNG MAKAN sejak 10 tahun yang lalu, bermodalkan dari usaha sebelumnya yaitu KOLAM PEMELIHARAAN IKAN. Ibu yang tidak mengenyam bangku pendidikan ini awalnya memiliki tempat usaha yang sangat sederhana, menggunakan gerobak untuk berjualan di depan rumahnya. Seiring berjalannya waktu dan melihat potensi usahanya yang cukup maju, Ibu dari 4 anak ini membangun ruko untuk usaha kios sembakonya beserta warung serta ditempati sebagai tempat tinggal. Dengan bermodalkan pinjaman dari Sahabat UKM cabang Abepura, impian membangun ruko pun terwujud.

Kios SUKA JAYA Ibu Sunarti juga menjual barang pecah belah  piring, gelas, dan mangkuk yang berkualitas dengan harga murah. Anda dapat melengkapi peralatan makan anda dengan perlengkapan yang unik, berkualitas, dan aman untuk digunakan. Jika anda sedang mencari barang pecah belah murah, berkualitas, anda dapat membelinya di kios SUKA JAYA.

Omzet dari Toko Sembako dan Warung Makan Ibu Sunarti sekarang mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Hasil ini dipetik dari kerja kerasnya selama 10 tahun yang dibantu oleh Sahabat UKM sebagai penyedia pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.

Saat ini, Ibu Sunarti sedang merintis usaha perdagangan pakaian dan elektronik. Suami dari Bapak Nurdin Sakka itu memutuskan untuk memperpanjang kemitraannya dengan Sahabat UKM dengan tujuan untuk menambah bangunan tempat usahanya.


SIAU SAN MIE, Pemilik Toko Emas
Nasabah Cabang Parit Baru sejak April 2015

Update per Februari 2017

 

Pandai menangkap peluang menjadi salah satu kunci sukses pelaku usaha. Siau San Mie nama lengkapnya adalah salah satu pedagang emas yang mempunyai kemampuan merealisasikan kebutuhan konsumen dengan membuka toko jual beli emas dibilangan Jl. TPI – Kec. Sungai Kakap – Sambas Kalimantan Barat.

Sudah lebih dari 16 tahun, Siau panggilann akrab Siau San Mie yang juga ibu dari 5 anak ini menggeluti usaha emas ini dengan nama toko yang dia beri nama “Toko Mas Sinar Jaya” yang menempati bangunan miliknya sendiri. Banyak suka duka yang dialami Siau sepanjang 16 tahun menjalani usahanya. Dari awalnya hanya ada satu atau dua toko emas, saat ini hingga puluhan toko emas yang ada disekitar sini. Banyak pula pembiayaan yang diterima dari beberapa Bank dan lembaga pembaiayaan lainnya. Hingga akhirnya pada tahun 2015, Siau San Mie bergabung dengan Sahabat UKM

“Baru hampir 2 tahun saya bergabung dengan Sahabat UKM, yang saya rasakan adalah pelayanan yang sungguh berbeda dengan lembaga pembiayaan lainnya. Mereka mengetahui apa kemauan nasabah. Keramahannya dan kesantunanya pun yang tak akan pernah saya lupakan”ucap Siau saat ditemui oleh Tim Sahabat UKM di tokonya.

Harapan Siau, Sahabat UKM akan selalu memperhatikan para pedagang Ritel seperti dirinya, memberdayakan para pengusaha UMKM dan berharap Sahabat UKM menjadi pilihan pertama dalam pembiayaan modal usaha bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia.


Margareta Wadumuri, Pemilik Online Shop “Estila Mama”
Cara Belanja Mudah & Anti Susah!

Update per Januari 2017

estilamama

 

Diawali dengan mengikuti sang suami yang belajar di Manchester, Reta panggilan akrab Margareta, melihat kehidupan masyarakat yang jarang berbelanja di toko. Kebanyakan mereka berbelanja secara online. Mendapat pengalaman tersebut, Reta pun mencoba menerapkannya ketika pulang ke Indonesia.

Didasari dengan niat membantu ibu hamil dan menyusui agar tetap berpenampilan menarik sekaligus merasa percaya diri dan nyaman, Reta membuka online shop khusus pakaian hamil dan ibu menyusui www.estilamama.com. Reta memiliki semangat yang besar dalam membuat desain meskipun tidak semua produk yang dipasarkan diproduksi sendiri.  “Walaupun tidak punya latar belakang designer, dari dulu saya sudah sangat tertarik dengan fashion. Senang saja kalau lihat baju yang modelnya bagus. Jadi saya coba gambarkan desain yang saya pikirkan untuk baju hamil itu seperti apa” kata Reta saat ditemui oleh Tim Sahabat UKM.

Berkomentar tentang Sahabat UKM, Reta sangat tertarik dengan produk yang ditawarkan diantaranya program pemilikan Motor dengan uang muka yang sangat ringan. “Program ini tentunya akan membantu bukan saja saya, tetapi juga orang-orang yang bekerja bersama saya untuk memiliki sepeda motor. Dengan sepeda motor mobilitas kami akan lebih baik sehingga usaha kami juga menjadi lebih lancar” Ungkap Nasabah yang murah senyum ini.

Reta terdaftar sebagai nasabah deposito Sahabat UKM. “Banyak yang berpendapat bahwa menempatkan dananya di Koperasi itu tidak aman. Saya melihat KSP Sahabat Mitra Sejati bukan sekedar koperasi biasa, melainkan koperasi yang mengerti akan kebutuhan anggotanya. Saya yakin KSP Sahabat Mitra Sejati yang didukung oleh Bank Sahabat Sampoerna akan lebih maju lagi” lanjut Reta menutup pembicaraannya.


H. Saip, Pemilik 254 Kontrakkan

Update per Agustus 2016

HAJI-SAIP

 

Siapa yang tidak kenal dengan H. Saip salah satu warga dibilangan Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi ini. Lelaki separuh baya yang menikah dengan Hj. Enih dan dikaruniai 2 putri ini sigap mencari kesempatan untuk membuka usaha dilokasi yang sarat dengan pertumbuhan industry di daerah Bekasi. Kawasan Industri yang tiap tahunnya tumbuh pesat ini juga diikuti dengan pertumbuhan jumlah karyawan yang kebanyakan berasal dari luar kota Bekasi. Hal ini tidak disia-disiakan oleh H. Saip untuk membuka peluang usaha berupa tempat tinggal sementara atau kontrakkan.

 

Berawal dari tahun 2001 H. Saip terjun kedunia usaha Kontrakan yang dibekali dengan semangat dan optimis yang luar biasa. Hal ini terbukti sejak memulai usahanya di tahun 2001 hingga akhir tahun 2015 jumlah kontrakan H.Saip sudah mencapai 254 pintu.

 

“Pada awal saya membuka usaha kontrakan ini belum banyak orang yang membuka usaha sejenis ini, hal ini tidak saya sia-siakan untuk terus menambah jumlah kontrakan dengan membeli lahan disekitar yang saya yakini akan tumbuh pesat”ujar H.Saip saat diwawancarai.

 

Saat ini kendala yang dihadapi oleh H.Saip adalah semakin pesatnya pertumbuhan industry, semakin banyak pula orang yang berkeinginan membuka usaha kontrakan dengan harga sewa yang cukup bersaing. Hingga akhirnya pada tahun 2015 tepatnya pada bulan April, H.Saip diperkenalkan oleh Sahabat UKM yang menawarkan pinjaman untuk memperluas usaha nya yang pada saat itu kontrakkan H. Saip baru berjumlah 234 pintu.

 

“Berkat Sahabat UKM jumlah Kontrakan saya bisa bertambah menjadi 254 pintu hanya dalam jangka waktu 8 bulan. Proses pengajuan hingga pencairan pinjaman yang saya rasakan bersama dengan Sahabat UKM sangat cepat sekali dan tidak bertele-tele, lain hal nya kalau saya mengajukan pinjaman pada lembaga keuangan lainnya yang sangat berbelit-belit prosesnya” lanjut H.Saip melengkapi pembicaraan.


DULADI, Pemilik Toko Spare Part dan Aksesoris Motor “PRIMA JAYA”

Update per Agustus 2016

DULADI

 

Mudahnya untuk memiliki kendaraan roda dua saat ini menyebabkan pertumbuhan kepemilikan kendaraan roda dua sangat pesat. Hal ini terlihat banyaknya pengendara sepeda motor di jalan raya. Pesatnya pertumbuhan kepemilikan motor ini tidak dibarengi oleh pertumbuhan bengkel motor yang menyediakan berbagai macam spare part motor.

 

Kondisi ini tidak disia-siakan oleh Duladi untuk membuka Toko yang menjual berbagai macam Spare Part motor segala jenis merek motor baik eceran maupun partai besar. Lelaki yang hampir separuh baya kelahiran Benuaraja ini memulai usahanya sejak tahun 2000 ini membuka usahanya di kawasan Bojong Kulur Kabupaten Bogor.

 

“Tahun 2000an belum banyak toko yang menjual spare part dan aksesoris sepeda motor. Dan saya memberanikan diri untuk membuka usaha ini meskipun pada saaat itu sedang terjadi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia”demikian kenang Duladi saat ditemui Sahabat UKM.

 

Duladi merasakan banyaknya pesaing dengan membuka usaha sejenis terjadi sekitar tahun 2010 hingga saat ini. Pesatnya pertumbuhan kepemilikan motor memacu orang untuk membuka toko spare part dan aksesoris motor. Dibenak Duladi hanya ingin bagaimana usaha yang dirintisnya menjadi besar. Kebutuhan akan modal menjadi hambatan bagi Duladi untuk memperluas usahanya. Hingga akhirnya Duladi dikenalkan oleh Tim Sahabat UKM yang menawarkan pinjaman untuk memperluas usahanya.

 

“Saya bersyukur dapat bertemu dengan Tim Sahabat UKM disaat saya sedang mencari pembiayaan untuk memperluas usaha. Sahabat UKM pilihan yang tepat buat saya untuk membantu memperluas usaha saya” ujar Duladi bersemangat.

 

 “Berkat Sahabat UKM omset penjualan saya bertambah dan jaringan pemasaran saya juga lebih luas lagi. Dengan proses pencairan pinjaman yang sangat cepat, saya rasa dapat menjadi contoh bagi lembaga pembiayaan lainnya dan inilah yang diharapkan oleh pengusaha pada umumnya” lanjut Duladi melengkapi pembicaraan.


Inovasi Samsudin Menuju Sukses..

Update per Juni 2016

samsudin_boneka

Didasari dengan tingkat kelahiran yang terus meningkat setiap tahunnya dan pertiumbuhan jumlah anak-anak yang terus meningkat, usaha boneka merupakan suatu peluang yang sangat menjanjikan dan menguntungkan.

Sebut saja Samsudin sebagai seorang pengusaha boneka yang sukses yang tidak pernah lelah untuk berjuang,  Samsudin yang telah 16 tahun merintis pabrik bonekanya di Kisaran Bantar Gebang Kota Bekasi dengan nama Sinar Toys Abadi ini selalu berfikir positif untuk menjalankan usaha ini. Pada awal-awal usaha, dia  pun juga mengalami berbagai kendala dalam hal modal dan pemasaran. Tapi tampaknya tidak sedikitpun mengecilkan niat sang pengusaha boneka ini untuk terus melanjutkan usahanya. Inovasi, Usaha dan Kerja Keras dilakukan oleh Samsudin untuk bersaing dengan pengusaha-pengusaha boneka yang telah sukses dan telah memiliki tempat di hati para pencinta boneka.

Banyaknya jumlah pesaing di bisnis ini rupanya telah memotivasi Samsudin untuk menghadirkan suatu produk boneka yang lebih inovatif untuk menarik konsumen. Jatuh bangun perjuangan Samsudin dalam mensukseskan usahanya juga bukan satu perjuangan yang ringan.

Dengan bantuan dana dan dukungan dari Sahabat UKM, bisnisnya ternyata mulai bangkit. Bahkan jumlah order boneka sudah mulai meningkat. Sahabat UKM dirasakan sangat membantu meningkatkan hasil produksi serta jaringan pelanggan yang lebih luas.

“Walaupun harga bahan baku (Timah) cukup mahal saat ini, namun Alhamdulillah dengan bermitra dengan Sahabat UKM, hasil produksi boneka saya tetap meningkat dan dapat memperluas jaringan pelanggan” ungkap Samsudin

Dibantu oleh 40 orang karyawan, pabrik ini melayani perdagangan grosiran maupun eceran. Kedepannya Samsudin akan membuka cabang baru yang berkonsentrasi kepada produksi saja.

“Saya akan buka cabang baru yang berkonsentrasi kepada produksi saja”, pungkas Samsudin saat ditanya mengenai harapan dan kebutuhan usahanya ke depan.


Jali, Juragan Krupuk yang makin ber’Sinar’…

Update per Juni 2016

Jali_krupuk bekasi

Bagi Jali, 50 tahun, menjadi pengusaha kerupuk tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Maklum pada menjelang tahun 2000, dia dan sang istri Muniati, 42 tahun, tidak memiliki modal sepeser pun. Awalnya, pembuatan kerupuk dilakukan dengan cara tradisional. Bersama sang istri, dia pun membuat adonan kerupuk dengan peralatan seadanya. Setelah jadi kerupuk, dia mulai memasarkan hasil usahanya ke sejumlah warung di seputar kampung Pintu Air di kawasan kota Bekasi dan sekitarnya. Jali mengakui bahwa pada awalnya dia mengalami kesulitan memasarkan produksi usahanya ini. Maklum, Bekasi merupakan sentra kerupuk. Selain Jali, sudah ada sejumlah pengusaha kerupuk. Bahkan bisa dikatakan usaha kerupuk sudah menjamur di sana. Beberapa di antara pesaing Jali telah memiliki permodalan yang cukup besar.

Namun, hal itu tidak membuat Jali patah arang. Dengan ketekunan dan keuletannya mengelola bisnis kecil-kecilan ini, hasil produksinya mulai diminati konsumen. Seiring dengan semakin meningkatnya pesanan kerupuk, dia pun mulai mendapatkan harapan cerah terhadap industri kerupuk yang digelutinya ini. Perlahan tapi pasti, usaha yang digelutinya ini, mampu memberikan harapan bagi keluarganya. Dengan semakin banyaknya pesanan kerupuk hal ini dapat mengangkat perekonomian keluarganya.

Setelah dirasakan cukup mampu untuk bertahan, dia pun memberanikan diri untuk menambah modal usaha dengan bantuan pembiayaan. Bantuan modal ini jelas menyuntikkan ”darah segar” bagi geliat usahanya dalam peningkatan produksi dan memperluas jangkauan pemasaran. Dalam waktu yang bersamaan akhirnya Jali memberi label pada perusahaan kerupuk ini dengan nama Sinar, diharapkan menjadi trade mark kerupuk yang dihasilkan.

”Nama atau label ini hanya sebagai identitas usaha saja, karena ini sudah menjadi kebutuhan di pasaran,”ujarnya. Usaha pembuatan kerupuk ini pun lambat laun semakin diminati oleh konsumen. ”Produksi per harinya meningkat menjadi 2x lipat,” ujarnya. Perusahaan kerupuk Sinar yang kini mempekerjakan 60 karyawan ini, meski sempat mengalami pasang surut usaha, namun kerupuk Sinar tetap mampu bertahan dan eksis. ”Tidak dipungkiri selalu ada kendala usaha, tapi secara umum, usaha kami tetap dapat berjalan,” ungkapnya.

Jali mengaku, dengan semakin tingginya pesanan kerupuk dalam beberapa tahun terakhir, kualitas hasil produksi harus tetap dijaga. Menurut dia, kualitas kerupuk sangat mempengaruhi pelanggan. Jali mengaku tidak pernah mengurangi takaran bumbu- bumbu serta racikan ikan dan udang. Pasalnya, bila dikurangi, maka kualitas atau cita rasa kerupuk hasil produksinya turun.

Dia kerap kali kesulitan untuk meningkatkan jumlah produksi krupuk dan kesulitan cari tempat yang paling nyaman. Untuk itu, dia membutuhkan alat produksi dan tempat penyimpanan kerupuk dengan luas yang cukup memadai. Tepat pada tahun 2015, dia mendapatkan tawaran pembiayaan untuk usaha kecil menengah dari KSP Sahabat Mitra Sejati ( Sahabat UKM ). Tawaran pembiayaan modal UKM ini, langsung direspons olehnya. Dia mendapatkan persetujuan pembiayaan sebesar Rp 750 juta.

”Uang pembiayaan ini sebagian besar digunakan untuk menambah gudang penyimpanan kerupuk dan alat pembuat kerupuk,”tandasnya. Sarana infrastruktur tersebut menurutnya sangat membantu dalam pengembangan usaha yang dijalani. Dengan sarana yang memadai, usaha pembuatan kerupuk Sinar semakin maksimal dan mampu memproduksi dengan kualitas yang semakin baik.

Jali juga menceritakan, setelah mendapatkan bantuan modal dan pengembangan usaha dari Sahabat UKM, omzet penjualan pun terus merangkak naik.

Perlahan tapi pasti omzet usahanya semakin bertambah. Bahkan saat ini penghasilan per bulannya rata-rata mencapai Rp 240 juta. Pembiayaan modal usaha kecil menengah yang digulirkan Sahabat UKM, menurut Jali, dapat meningkatkan usahanya ini.”Kalau diberikan kredit usaha lanjutan, akan saya manfaatkan untuk pengembangan permodalan terutama modal untuk bahan baku produksi,” bebernya.


SUYOTO, Grosir Keramik & Bahan Bangunan, Tulang Bawang, Lampung

update per Juni 2016

Suyoto testimoni

Tulang Bawang yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung adalah suatu daerah yang memiliki kemajuan ekonomi dan industri yang sangat pesat. Melihat kondisi ini, tidak disia-siakan oleh Suyoto dengan membuka usaha grosir dan eceran keramik dan bahan bangunan. Usaha yang telah dirintis Suyoto sejak tahun 2010, hingga saat ini telah memiliki lebih dari 100 pelanggan tetap dalam melayani grosir dan eceran bahan bangunan.

Banyak suka dan duka yang dialami Suyoto selama kurung waktu hampir 6 tahun ini. Kiat sukses yang diterapkan Suyoto untuk mengembambangkan usahanya sangat sederhana, yaitu dengan melakukan pelayanan yang terbaik kepada konsumen dan memperbanyak agen di setiap daerah. Saat merintis usaha dan hingga saat ini Suyoto dibantu oleh 4 karyawan.

“Saya menganggap mereka bukan sekedar pekerja, namun saya anggap seperti keluarga dan kami tinggal dalam satu atap”, ujar Suyoto saat ditemui Tim Sahabat UKM.

Tepat usahanya berjalan selama 5 tahun atau tepatnya pada tanggal 2 Februari 2015, Suyoto bertemu dengan Sahabat UKM yang menawarkan fasilitas pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.

“Sejak pertama kenal Sahabat UKM pada 2 Februari 2015, kesan pertama saya adalah karena Sahabat UKM memberikan pelayanan yang baik. Dan saya berharap dapat terus bekerjasama dan usaha saya dapat terus berkembang dan semakin besar”, pungkas Suyoto mengakhiri pembicaraannya.


HAFSAH, Penjual Bahan Bangunan

update per Mei 2016

Hafsah_web

Hafsah yang lahir dan besar  di Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan merupakan tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab mencukupi kebutuhan mereka sehari-harinya hingga merantau ke Negeri Jiran Malaysia. Sekembalinya merantau dari Negeri Jiran Malaysia pada tahun 1992, Hafsah memulai usahanya dengan membuka toko bangunan dan sebagai supplier tunggal Cat Merk Nippon Paint yang ada di Kabupaten Sidrap.

“Dengan modal awal 50 juta saya nekat mulai usaha tersebut. Saya memilih usaha ini karena melihat peluang saat itu sangat bagus untuk membuka toko bahan bangunan karena tidak ada pesaing, selain itu bahan bangunan termasuk merupakan barang yang di butuhkan pada saat itu” ungkap Hafsah saat ditemui oleh Tim Sahabat UKM.

Selama menjalani usaha, Hafsah pernah mengalami masa pasang surut usaha diantaranya pernah melayani kontraktor yang selalu mengambil barang di tokonya namun pada akhirnya tidak di bayar dan bahkan kontraktor tersebut kabur.

“Hal itu cukup berpengaruh terhadap perputaran usaha saya. Namun Alhamdulillah karena manajemen pengelolaan yang kami terapkan cukup baik, maka tantangan yang di hadapi bisa di selesaikan dengan cepat” lanjut Hafsah bercerita.

Hingga pada akhirnya Hafsah bertemu dengan Sahabat UKM pada tahun 2013.

Berikut penuturan Hafsah terhadap Sahabat UKM :

“Kesan pertama saya terhadap Sahabat UKM sangat baik, karena karyawan yang menawarkan pada saat itu sangat sopan dan paham mengenai kebutuhan debitur. Selain itu produk yang di tawarkan oleh sahabat UKM sangat kompetitif dan bisa bersaing dengan bank. Berkat Sahabat UKM, saya dapat mengembangkan usaha saya menjadi lebih besar dan modal yang saya kelola mencapai 3 milliar. Saya berharap SAHABAT UKM harus terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk nasabah dan terus menjadi lembaga keuangan yang bisa bersinergi dengan pengusaha dan pedagang yang ada di Kabupaten Sidrap”.


BU OCTARINA “KLIK LAUNDRY”, Cikarang

update per Mei 2016

Octarina Klik Laundry

Cikarang yang di dominasi oleh kawasan industri menjadikan kota ini sebagai magnet investasi, baik dari skala mikro hingga perusahaan multinasional. Salah satu peluang usaha yang memiliki prospek yang sangat menjanjikan adalah jasa laundry. Peluang ini yang ditangkap oleh pasangan Teguh Rahmanto dan Octarina, yang mendirikan usaha laundry dengan nama Klik Laundry.

“Pada tahun 2013 bisnis laundry yang skala besar masih belum banyak kompetitornya. Di sisi lain saat itu pertumbuhan hotel sangat pesat sehingga Klik Laundry harus menambah karyawan hingga 22 orang dengan 2 shift waktu kerja. Hal itu terjadi karena besarnya permintaan pelayanan laundry karena keterbatasan kapasitas dan jaminan kualitas yang harus kami jaga, karena pertaruhan kredibilitas kami.

Tantangan terbesar muncul pada bulan Juli 2015, saat dollar mencapai angka 14 ribu rupiah, yang mengakibatkan permintaan dari hotel dan perusahaan mengalami penurunan drastis. Hal itu terjadi karena hotel mengalami penurunan tingkat hunian dan perusahaan mengurangi kapasitas produksi. Akibat dari hal tersebut cukup berdampak kepada kapasitas karyawan kami yang sebelumnya berjumlah 40 orang dalam 3 shift menjadi 22 orang dalam 2 shift.

Usai badai krisis tersebut, kondisi perekonomian kembali meningkat sehingga permintaan juga kembali meningkat dari hotel dan apartemen. Akhirnya kami memutuskan Mesin Setrika Roller Iron dan mesin laundry koin melalui bantuan modal investasi dari KSP Sahabat Mitra Sejati ‘Sahabat UKM’. Kebetulan kami sudah kenal dengan Sahabat UKM sejak tahun 2013. Proses pencairan kreditnya cepat, lebih kurang 2 minggu.

Alhamdulillah dengan investasi ini omzet kami naik antara 30% – 40%. Kami berterimakasih kepada Sahabat UKM dan berharap dapat tumbuh berkembang bersama.” Imbuh Bu Octarina


BU SUCIPTO “KLINIK HERBAL”, Jababeka

update per Mei 2016

Bu Sucipto Web SUKM

“Ketika kami memulai bisnis herbal tahun 2009 dengan modal 0 (nol), hanya menyiapkan 1 meja dan bangku kami berjualan di sekitar Kelapa Gading, kami terus berupaya mengembangkan bisnis dengan semangat, saat itu Prof. Hembing mengembangkan bisnis serupa dan mensosialisasi pentingnya kesehatan dengan obat-obatan cara herbal. Secara perlahan usaha kami meningkat dan tahun 2011 kami mengembangkan sayap dengan membuka pabrik herbal tersendiri, saat itu modal kami meningkat hingga mencapai angka 2 miliar, salah satu pembiayaan tersebut dari Sahabat UKM.

Sahabat UKM melalui team pembiayaan yang ramah dan hangat menjadi pembeda dengan lembaga keuangan lainnya, bukan hanya itu prosesnya pun cepat, peran aktif Sahabat UKM usaha kami semakin berkembang, saat ini kami bukan hanya mengembangkan bisnis obat-obatan herbal saja, tapi sudah berinovasi menjadi Griya Sehat Tradisional Jamu dan Kopi, Lembaga Kursus & Pendidikan Herbal serta Rumah Sehat Alami Daun Mas.

Harapan kami bisnis yang kami tekuni saat ini akan terus berkembang, dengan SDM yang berjumlah 20 orang semoga terus bermanfaat bagi masyarakat luas, semoga kami dapat membangun Rumah Sakit dan mampu menyerap lapangan kerja, serta berkontribusi pada pembangunan bangsa Indonesia khususnya di bidang kesehatan masyarakat.”


JUMINO PARDJO “PROFESOR BAKSO”, Depok

update per Mei 2016

Pak Parjo Web SUKM

“Saya mulai jualan bakso pikulan karena dulu depok juga memang belum ada jalan aspal yang bagus seperti sekarang. Suatu saat saya pernah ingin jualan mangkal di Pasar Agung Depok, dari seorang yang saya kenal saya ditawari lapak di dalam dengan harga yang murah. Akhirnya saya jual properti yang saya punya untuk mendapatkan lapak tersebut. Namun, saat uangnya terkumpul, ternyata sudah tidak dijual lagi. Ternyata dibalik cerita itu, akhirnya saya dapat pengganti tempat yang lebih strategis yaitu lokasi di sebelah pasar pinggir jalan yang saat ini saya tempati dengan harga yang lebih murah. Segala sesuatu dalam hal membangun usaha harus di lakukan dengan sepenuh hati dan maksimal. Apapun hasilnya nanti, itu kita serahkan sepenuhnya pada Tuhan. Ini prinsip saya yang membuat saya lebih tenang dalam menjalani usaha ini.

Saya sudah pernah menjalani berbagai macam profesi dari tukang bangunan hingga penjual soto. Segala resiko dan pengalaman sudah pernah saya dapatkan. Ternyata dari proses mekanisme tersebut, pekerjaan yang paling enak dan nyaman untuk saya adalah menjual Bakso. Karena dengan pengalaman tersebut akhirnya saya punya keyakinan untuk memutuskan memilih usaha jualan Bakso. Dalam menjalankan usaha harus memiliki keyakinan untuk menuju kesuksesan.

Dalam perjalanan waktu dan makin meningkatnya hasil usaha jualan Bakso ini saya mulai berfikir untuk mengembangkan usaha dengan cara menambah cabang. Untuk dapat mengakomodir para pelanggan di seputar wilayah Depok saya beranikan diri untuk meminjam modal kepada lembaga perbankan hingga akhirnya bertemu dengan teman-teman Sahabat UKM pada bulan November 2014.

Kesan pertama kali yang saya dapatkan dari Sahabat UKM adalah semangat dan pelayanan yang luar biasa. Prosesnya cepat dan simpel, sehingga memudahkan saya dalam merencanakan pengembangan bisnis saya. Disamping itu, karyawan Sahabat UKM menempatkan saya sebagai teman/sahabat dalam pelayanannya bukan semata mata bertransaksi bisnis.

Saat ini, berkat pinjaman dari Sahabat UKM, saya sedang membangun ruko di seputaran Depok untuk mengembangkan usaha bakso saya. Hingga saat ini memiliki total 4 cabang yang terdiri dari 3 cabang di seputar Depok dan 1 cabang di Cibinong” Tukas Pak Pardjo sambil tersenyum.


WERI ISWADI “KRUPUK PASUNDAN”, Depok

update per Mei 2016

Weri_krupuk_small

“Kata Pasundan berawal dari kata Padang dan Sunda. Dimana saya lahir di Padang dan nekat merantau ke Jawa (Sunda) dan membangun usaha disini. Dalam membangun produksi krupuk ini saya melibatkan pedagang sebagai kunci utamanya. Saya sediakan fasilitas nya dari peralatan penggorengan, rombong dan kaleng krupuk hingga bahan mentah krupuknya. Pedagang tinggal kas bon krupuk mentah, menggoreng sendiri sesuai kebutuhan hari itu. Hal itu saya lakukan untuk dapat meningkatkan rasa kepemilikan dari bisnis ini”.

Berbagai macam tantangan selama membangun usaha produksi krupuk ini telah dilewati, dari keluar masuknya pedagang, human error dan weather error. segala inovasi dan solusi dari segala tantangan telah saya lakukan hingga akhirnya bertemu dengan Sahabat UKM.

Alhamdulillah berawal dari usaha kecil membuat krupuk ini, usaha saya semakin berkembang berkat bantuan pinjaman dan pendampingan dari Sahabat UKM. Saya dapat membeli alat cetak dan pengering (oven) krupuk, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi krupuk saya dan tidak kawatir dengan cuaca atau musim hujan. Dari sisi persediaan bahan baku, saya menjadi lebih kuat dan dapat mulai berinovasi ke krupuk kulit serta dapat menambah rombong dan kaleng krupuk untuk pedagang.

Disamping itu Sahabat UKM pelayanannya cepat, simpel dan memuaskan. Saat ini saya memiliki 2 lokasi usaha di Depok dan Sawangan dan semakin optimis mengembangkan usaha saya bersama Sahabat UKM”.


SRI, penjahit pakaian “Sebuah Kisah Usaha Menyambung Hidup”

update per Mei 2016

 

Bersama sang suami, Ibu Sri berjuang menata hidupnya bersama dengan anak semata wayangnya. Bersama dengan suaminya, Ibu Sri memiliki usaha menjahit.

Kendala yang timbul dalam usaha mereka (kini telah berjalan lebih dari 9 tahun) adalah sulitnya bantuan modal untuk mengembangkan usaha. Sayangnya, usaha pasangan suami-istri ini tak tersentuh akses pinjaman modal dan kredit ringan selama bertahun-tahun, padahal usaha menjahit tersebut menjadi tumpuan hidup. Walaupun usaha mereka memiliki cukup banyak pelanggan, tetapi masalah lain yang berikutnya timbul ialah ketika mereka terjerat hutang pada rentenir demi menambah modal usaha, makin beratlah beban hidup mereka.

Sepenggal kisah ini merupakan sebuah potret dari dunia nyata bahwa masih banyak usahawan lain yang bahkan tak seberuntung Ibu Sri yang sangat membutuhkan bantuan modal usaha.


YATINI, “Tekad Pantang Menyerah” seorang petani dan peternak kambing

update per Mei 2016

Bu Yatini

Berbekal semangat dan ketangguhan ibu Yatini, walau telah ditinggal berpulang oleh suaminya yang tuna netra tidak ada kata pantang menyerah bagi ibu yang tabah ini. Pekerjaannya semakin mantap setelah mendapatkan banyak pengarahan dari rekan-rekan Sahabat tentang Sejahtera dan terus maju, yang pada akhirnya diberikan pendanaan oleh Sahabat guna keperluan membeli pupuk untuk sawahnya. Dengan upaya terus menerus dan bimbingan dari rekan-rekan Sahabat, akhirnya ibu yang memiliki keinginan kuat ini, mampu membeli kambing untuk menyambung hidupnya. Sawah yang digarapnya semakin subur dan menghasilkan beras yang unggul, disertai dengan berkembang biak dari kambing yang dimilikinya.


SUROSO, Memperbaiki Bisnis dengan Pembiayaan Sahabat

update per Mei 2016

Seorang pemilik toko grosiran, “Suatu saat saya mengalami kesulitan dalam bisnis bahan makanan dan hampir kebangkrutan akibat ditipu oleh karyawan saya. Namun secercah harapan muncul bagaikan matahari terbit ketika saya mengenal Sahabat dan disetujui pembiayaan saya. Bisnis menjadi lancar dan mulai maju. Saya sangat menghargai atas kepercayaan dan bantuan dari Sahabat”.

“Sahabat sangat membantu dan mengerti keadaan kami sebagai pengusaha kecil dengan penghasilan harian yang tak terduga.”


YUSNITA, Hidup lebih mudah bersama Sahabat

update per Mei 2016

yusnita

Seorang pemilik kantin, “Awalnya saat membutuhan pembiayaan untuk memperluas kantin saya, satu-satunya pembiayaan yang bisa saya dapatkan dengan mudah adalah dari rentenir. Proses pencairannya cepat namun saya memiliki kesulitan dalam memenuhi pembayaran sehari-harinya”.

“Kemudian datanglah Sahabat menjadi solusi yang saya butuhkan. Saya dapat segera mempercepat melunasi utang saya dengan rentenir dan angsuran harian saya dapat berkurang hampir 60% dari saat saya bersama rentenir”.

“Dengan cicilan yang lebih terjangkau, bisnis saya semakin baik dan arus kas saya meningkat. Terima kasih Tuhan – sekarang saya bisa menghemat untuk pendidikan masa depan anak-anak saya”.