Sejak masih di bangku kuliah, Pak Rendra sudah membuka usaha wartel dan perdagangan umum. Dari hasil ini kemudian Pak Rendra mencoba menanamkan modal ke pabrik roti milik temannya. Sayang hal ini tidak berjalan lama. Pabrik roti milik temannya itu gulung tikar karena kesulitan permodalan. Akhirnya, dengan memberanikan diri, pabrik roti temannya itu diambil alih sepenuhnya oleh Pak Rendra. “Awalnya saya hanya menaruh modal ke pabrik roti milik teman saya. Pada saat itu saya masih menekuni usaha perdagangan umum dan usaha wartel yang sudah saya bangun sejak masih di bangku kuliah. Namun, teman saya memutuskan untuk menjual seluruh aset pabrik roti tersebut ke saya. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan,” ungkap Pak Rendra saat ditemui di lokasi usahanya.

Pak Rendra yang bergabung dengan Sahabat UKM sejak tahun 2017 itu mengaku juga pernah dikecewakan oleh calon pelanggan, bahkan pernah salah seorang supirnya ditarik oleh perusahaan lain hanya untuk mengetahui pelanggan-pelanggan Halim Bakery. Melihat kondisi ini, pada tahun 2014 Pak Rendra beralih pangsa pasar ke pabrikan dan beberapa minimarket di SPBU. Strategi ini ternyata membuahkan hasil, terbukti dari pesanan roti yang terus mengalir lancar dari pabrik ke pabrik. “Saya juga berharap semoga Sahabat UKM dapat terus bekerja sama dan yang penting bagi kami adalah diberikan suku bunga yang terbaik,” pungkas Pak Rendra sambil tertawa menutup perbincangan.