Ibu Sukma dan Bapak Andi Agus dari Bantaeng Makassar.

Pakaian adalah sebuah kebutuhan pokok manusia. Dari hari ke hari, permintaan pasar akan ketersediaan pakaian semakin tinggi dan dinamis seiring dengan banyaknya jenis pakaian yang bermunculan. Kenyataan ini tentunya memicu peluang yang besar pada bisnis konveksi dan membuatnya menjadi salah satu bisnis yang diminati pengusaha.

Peluang itulah yang dimanfaatkan oleh Ibu Sukma asal Bantaeng Makassar. Ibu Sukma sudah mulai mencari pendapatan sendiri sejak di bangku SLA. Karena belum memiliki kemampuan membuat produk sendiri, Ibu Sukma memanfaatkan belajar dari sang kakak yang sudah dulu membuka toko pakaian dan konveksi. Sejak saat itu ia mulai mengerti cara membuat pola pakaian, menjahit sampai dengan baju itu jadi.

Berjalan 2 tahun dengan toko pakaiannya, Ibu Sukma mencoba memperbesar ladang usahanya dengan membuka konveksi pakaian. Tahun silih berganti, toko pakaian dan usaha konveksi Ibu Sukma semakin maju. Dengan omset ratusan potong baju ini, Ibu Sukma dapat mempekerjakan sebanyak 6 orang karyawannya dan 3 mesin jahit untuk keperluan konveksi. Tidak puas dengan 6 kios yang sudah ada, Ibu Sukma berkeinginan untuk menambah 1 kios lagi pada saat itu. Berniatlah Ibu Sukma untuk mengajukan pinjaman modal kerja ke lembaga keuangan.

“Tidak menyangka kalau proses pengajuan saya ke KSP Sahabat Mitra Sejati langsung disetujui. Saat itu saya memang benar-benar membutuhkan tambahan modal kerja. Selain itu juga berkeinginan untuk membeli 1 rumah untuk investasi buat anak saya. Penghasilan yang saya dapat saat ini saya simpan untuk tabungan hari tua,” ucap ibu Sukma.