Tahun 2014 Pak Ibnu bersama istrinya membangun bisnis Tas. Tidak tanggungtanggung, usaha Pak Ibnu ini melayani partai grosir maupun eceran. Ia memilih untuk membuka kios di Pasar Grosir Butung di Kota Makassar. Diakui oleh Pak Ibnu, omzet penjualan grosir lebih besar dari pada eceran. “Omzet saya bisa mencapai Rp200 juta per bulan atau setara dengan 100 – 200 tas per hari. Karena saya menjual secara grosir, jadi yang terjual pun juga banyak,” tutur Pak Ibnu kalem. Kesuksesan Pak Ibnu dan istrinya kandas ketika wabah covid-19 menimpa kota Makassar. Pada menjelang lebaran yang biasanya ramai orang membeli tas, toko harus tutup selama 2 minggu karena mengikuti ketentuan PSBB. Alhasil omzetnya pun terjun bebas tak terbendung. Jika dihitung secara penjualan, omzet Pak Ibnu turun hingga 80% di masa pandemi ini. Ia bahkan pernah mengalami tidak ada pembeli satu pun yang datang ke kios Pak Ibnu. Keadaan ini membuat Pak Ibnu tidak pasrah begitu saja, dimanfaatkannya fasilitas online yang ada. Sebut saja marketplace, usaha dagang Pak Ibu sudah ada di salah satu marketplace terkenal di Indonesia. Fasilitas online lainnya pun seperti Instagram, WAG, facebook
Pak Ibnu merupakan salah satu anggota KSP Sahabat Mitra Sejati cabang Makassar sejak tahun 2018. Keaktifan Pak Ibnu menjadi anggota ditunjukkan dengan memperolehnya pinjaman modal kerja dari KSP Sahabat Mitra Sejati. Hubungan dengan KSP Sahabat Mitra Sejati pun sudah layaknya sebagai teman dekat. Komunikasi juga aktif dilakukan oleh Pak Ibnu maupun dari karyawan KSP Sahabat Mitra Sejati. “Saya merasakan teman-teman KSP Sahabat Mitra Sejati itu beda dengan karyawan dari institusi lainnya. Mereka itu kerap melakukan komunikasi dengan saya dan saya juga sudah merasa menjadi teman dekatnya,” aku Pak Ibnu tentang KSP Sahabat Mitra Sejati. Tentang harapannya dengan KSP Sahabat Mitra Sejati, diungkapkan oleh Pak Ibnu bahwa ia berharap agar KSP Sahabat Mitra Sejati lebih mampu memenuhi kebutuhan para pengusaha kecil.