Jakarta, 2 Juni 2026 — Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Mengangkat tema “Sinergi Nilai Keberlanjutan”, RAT diselenggarakan secara hybrid di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta.
RAT dihadiri oleh jajaran pengurus, pengawas, anggota, serta delegasi dari berbagai daerah. Turut hadir Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI, Henra Saragih, Asisten Deputi Bidang Kelembagaan dan Badan Hukum Koperasi, Try Aditya Putra, serta Notaris Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, S.H., M.H., M.Kn.
Henra Saragih menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum tertinggi yang mencerminkan kualitas tata kelola koperasi. Ketepatan waktu pelaksanaan RAT menjadi indikator penting kesehatan kelembagaan sekaligus sarana evaluasi untuk mendorong peningkatan kinerja organisasi
“Koperasi Indonesia terus didorong bertransformasi menjadi koperasi yang sehat, mandiri, modern, dan berdaya saing. Koperasi yang tumbuh dengan baik akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.
RAT Tahun Buku 2025 diselenggarakan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat memberikan tekanan terhadap aktivitas usaha anggota, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil yang menjadi basis utama ekonomi koperasi.
Ketua I Pengurus KSP Sahabat Mitra Sejati, Deddy Irja Pratama, menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut koperasi untuk tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga memastikan anggota memiliki ketahanan dalam menghadapi tekanan ekonomi. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak semata diukur dari pertumbuhan aset dan laba, melainkan dari kemampuannya menciptakan manfaat nyata bagi anggota.
“Keberhasilan sejati adalah ketika anggota mampu bertahan menghadapi masa sulit, bangkit kembali, dan merasakan manfaat nyata dari kehadiran koperasi,” kata Deddy.
Sepanjang Tahun Buku 2025, KSP Sahabat Mitra Sejati tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat pendampingan dan pemberdayaan usaha anggota agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata dengan melibatkan produk kuliner anggota dalam kegiatan RAT, sehingga manfaat ekonomi koperasi dapat dirasakan langsung oleh anggotanya.
Anggota Dewan Pengawas KSP Sahabat Mitra Sejati, Ito Sumardi Djunisanyoto, menyampaikan bahwa pengurus dan manajemen telah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan operasional koperasi. Ia menegaskan bahwa pengawasan yang kuat merupakan instrumen utama dalam menjaga integritas tata kelola, mengelola risiko, dan memastikan keberlanjutan koperasi bagi seluruh anggota.
Komitmen tersebut tercermin dalam kisah Ibu Tri Utami, anggota KSP Sahabat Mitra Sejati asal Semarang. Saat pandemi Covid-19 menekan usahanya, koperasi hadir melalui pendampingan dan dukungan pembiayaan yang membantunya bertahan dan bangkit. Seiring membaiknya kondisi ekonomi, Ibu Tri berhasil mengembangkan usahanya dari produksi kerupuk rambak menjadi usaha kuliner sempolan ikan tenggiri, serta memperluas sumber pendapatan keluarga melalui bisnis rumah kos.
Kisah Ibu Tri menjadi bukti bahwa koperasi tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga berperan sebagai mitra yang mendukung anggota untuk tumbuh, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
RAT Tahun Buku 2025 menjadi momentum bagi KSP Sahabat Mitra Sejati untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan tata kelola yang baik, prinsip kehati-hatian, dan pemberdayaan anggota, koperasi optimistis dapat terus menciptakan nilai, memperluas manfaat, serta meningkatkan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.









